Availability

  • Two Bed Room Apartement

    + more info
    Max:

    Room facilities:AC, Bathroom amenities, Bathtub, Breakfast, City View, Desk, Hairdrayer, Kitchen set, Laundry & dry cleaning services, LED TV, mini bar, Non Smoking room, Refrigerator, Satellite/ Cable TV, Shower, Sofa bed, Table Lamp, Telephone, Wardrobe, Wireless Internet connectivity (WiFi)

    Bed size:1 Single & Double Bed & 1 bunk bed

    Room size:36 sqm

General

Puncak Permai Surabaya Apartement merupakan salah satu apartement di Surabaya. Letak dari apartemen juga strategis, yaitu dekat dengan pusat kota. Dalam pelayanan dan fasilitas, apartemen menyediakan banyak fasilitas dan layanan, seperti layanan pijat, layanan kamar, laundry, pengiriman bahan makanan, AC, minimarket dekat apartemen, dll. Warung wakoel yang ada di apartemen lantai bawah menyediakan masakan Indonesia. Dalam masing-masing kamar menyediakan dapur kecil, refrigator, TV, area duduk, AC, dll. Puncak Permai Surabaya Apartement berjarak 10 menit berkendara dari super mall dan landmark dan memiliki kolam renang outdoor dan restaurant.

Akses :

  • Ciputra Waterbom water park (20 menit)
  • Bandara Internasional Juanda (30 menit)

Check-in time

14.00

Check-out time

12.00

Children and extra beds

Semua anak-anak diperbolehkan menginap. Kapasitas maksimal tambahan tempat tidur adalah 1.

Pets

Not Allowed

Facilities

  • AC
  • Balcony
  • Bar
  • Business centre services
  • City View
  • DVD player
  • Fasilitas untuk penyandang cacat
  • Laundry & dry cleaning services
  • Layanan antar jemput bandara
  • Multilingual Staff
  • Penyewaan Mobil
  • Pijat
  • Pool View
  • Restaurant
  • Room Service
  • Swimming pool
  • Telephone
  • Wireless Internet connectivity (WiFi)

Parking

Parkir tersedia.

We are sorry, there are no reviews yet for this accommodation.

Surabaya

Surabaya

ApartemenBersama.com Partner Anda untuk jual beli & sewa Apartemen harian, mingguan, bulanan & tahunan di Surabaya, Sidoarjo. Lokasi strategis di Surabaya Barat, Surabaya Pusat, Surabaya Timur, Surabaya Selatan, dekat bandara Juanda, kampus, stasiun, pusat kuliner, pusat perbelanjaan/ mall dengan fasilitas lengkap seperti kolam renang, fitness center, ATM, minimarket, foodcourt.

Culture & history

Culture & historyAsal-usul Surabaya Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti tersebut terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa di tepi sungai Brantas dan juga sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang daerah aliran sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasastra Kakawin Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapañca yang bercerita tentang perjalanan pesiar Raja Hayam Wuruk pada tahun 1365 M dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir). Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) dan 1365 M (Nagarakretagama), para ahli menduga bahwa wilayah Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut pendapat budayawan Surabaya berkebangsaan Jerman Von Faber, wilayah Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat permukiman baru bagi para prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan di tahun 1270 M. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa Surabaya dahulu merupakan sebuah daerah yang bernama Ujung Galuh. Versi lain mengatakan bahwa Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup dan mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon setelah mengalahkan pasukan Kekaisaran Mongol utusan Kubilai Khan atau yang dikenal dengan pasukan Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah keraton di daerah Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono semakin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Kerajaan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono, maka diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu sura. Adu kesaktian dilakukan di pinggir Kali Mas, di wilayah Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal setelah kehilangan tenaga. Nama Śūrabhaya sendiri dikukuhkan sebagai nama resmi pada abad ke-14 oleh penguasa Ujung Galuh, Arya Lêmbu Sora.
Read more