Availability

  • 1 Bedroom

    + more info
    Max:

    Room facilities:AC, Bathroom amenities, Coffee/ tea maker, Desk, Dining table, Hot or Cool water, In-room electronic safe, Kitchen set, Kitchen ware, Living room, Satellite/ Cable TV, Shower, Telephone, Terrace, Water heater, Wireless Internet connectivity (WiFi)

    Bed size:Double bed

    Room size:86 m2

  • 3 Bedrooms

    + more info
    Max:

    Room facilities:AC, Bathroom amenities, Coffee/ tea maker, Dining table, Hot or Cool water, In-room electronic safe, Kitchen set, Kitchen ware, Living room, Satellite/ Cable TV, Shower, Telephone, Terrace, Water heater, Wireless Internet connectivity (WiFi)

    Bed size:Double bed

    Room size:188 m2

General

Graha Residen Serviced Apartment Surabaya Terletak di daerah eksklusif Surabaya Barat ditetapkan pada 9 ekar taman tropis, dikelilingi oleh lapangan golf, dekat dengan pusat perbelanjaan besar, akses mudah untuk pusat bisnis, bandara, pelabuhan dan hiburan terkenal dan dekat dengan rumah sakit internasional, akses gratis ke tol jalan dan terletak di perumahan elite cukup dalam kota

Apartemen memiliki kolam renang berukuran Olimpiade, Ruang rapat, area taman besar membuat Graha Residen menjadi tempat yang ideal untuk tinggal, pertemuan, perjamuan dan pernikahan.

Check-in time

14.00

Check-out time

12.00

Pets

Not Allowed

Facilities

  • AC
  • ATM
  • Basketball
  • Diving Pool
  • Drugstore
  • Fitness center
  • Foodcourt
  • Housekeeping service
  • Laundry & dry cleaning services
  • Meeting room
  • Private carpot
  • Restaurant
  • Sauna
  • Squash Court
  • Swimming pool
  • Table tennis

Activities

- Restaurant - Sauna - Diving Pool - Fitness Center - Squash Court - Nearby driving range & golf courses - Olympic size swimming pool

Internet

Wifi Access

Parking

Available

We are sorry, there are no reviews yet for this accommodation.

Surabaya

Surabaya

ApartemenBersama.com Partner Anda untuk jual beli & sewa Apartemen harian, mingguan, bulanan & tahunan di Surabaya, Sidoarjo. Lokasi strategis di Surabaya Barat, Surabaya Pusat, Surabaya Timur, Surabaya Selatan, dekat bandara Juanda, kampus, stasiun, pusat kuliner, pusat perbelanjaan/ mall dengan fasilitas lengkap seperti kolam renang, fitness center, ATM, minimarket, foodcourt.

Culture & history

Culture & historyAsal-usul Surabaya Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti tersebut terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa di tepi sungai Brantas dan juga sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang daerah aliran sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasastra Kakawin Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapañca yang bercerita tentang perjalanan pesiar Raja Hayam Wuruk pada tahun 1365 M dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir). Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) dan 1365 M (Nagarakretagama), para ahli menduga bahwa wilayah Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut pendapat budayawan Surabaya berkebangsaan Jerman Von Faber, wilayah Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat permukiman baru bagi para prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan di tahun 1270 M. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa Surabaya dahulu merupakan sebuah daerah yang bernama Ujung Galuh. Versi lain mengatakan bahwa Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup dan mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon setelah mengalahkan pasukan Kekaisaran Mongol utusan Kubilai Khan atau yang dikenal dengan pasukan Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah keraton di daerah Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono semakin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Kerajaan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono, maka diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu sura. Adu kesaktian dilakukan di pinggir Kali Mas, di wilayah Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal setelah kehilangan tenaga. Nama Śūrabhaya sendiri dikukuhkan sebagai nama resmi pada abad ke-14 oleh penguasa Ujung Galuh, Arya Lêmbu Sora.
Read more