Availability

  • Studio

    + more info
    Max:

    Room facilities:AC, Balcony, Desk, Dispenser, Hot or Cool water, Kamar mandi, Kitchen set, LED TV, Mirror, Pool View, Refrigerator, Satellite/ Cable TV, Shower, Slippers, Sofa bed, Table Lamp, Wash Basin

    Bed size:Queen bed

General

Apartemen Gunawangsa merupakan salah satu apartemen yang berada di kota surabaya, yang memiliki letak strategis di pusat kota. Apartemen ini menyediakan beberapa fasilitas secara umum, diantaranya adalah spa, kolam renang anak-anak ataupun dewasa, coffee shop, lounge bar, free wifi, gym dll. Setiap unit di apartemen ini memiliki desain yang modern dan fasilitas yang memadai. Keunikan dalam apartemen ini salah satunya adalah antara tradisi, budaya, dan jasa disetiap daerah/negara akan digabung, sehingga dapat menyebabkan para pengunjung merasakan seperti rumah sendiri. Pelayanan 24 jam mengombinasi dalam apartemen. Layanan kamar, respsionis, laundry, dll juga tersedia di apartement.

Akses :

  • Galaxy Mall ~ membutuhkan 7 menit
  • Tunjungan Plaza ~ membutuhkan 30 menit
  • Bandara Juanda ~ membutuhkan 45 menit
  • Gubeng ~ membutuhkan 10 menit

Check-in time

13.00

Check-out time

12.00

Children and extra beds

- Semua anak-anak boleh menginap. - Tambahan tempat tidur tergantung type kamar.

Pets

Not Allowed

Facilities

  • ATM
  • Balcony
  • Bar
  • Basement carpark
  • Broadband internet access
  • Business centre services
  • City View
  • Fitness center
  • Foodcourt
  • Laundry & dry cleaning services
  • Lift
  • Massage
  • Minimarket
  • Pakir
  • Room Service
  • Shop
  • Spa
  • Swimming pool

Activities

| Meeting room | Restaurant | Lounge | Swimming Pool | Gym | Spa |

Internet

Free Access Internet (Wifi)

Parking

Tersedia Parkir

We are sorry, there are no reviews yet for this accommodation.

Surabaya

Surabaya

ApartemenBersama.com Partner Anda untuk jual beli & sewa Apartemen harian, mingguan, bulanan & tahunan di Surabaya, Sidoarjo. Lokasi strategis di Surabaya Barat, Surabaya Pusat, Surabaya Timur, Surabaya Selatan, dekat bandara Juanda, kampus, stasiun, pusat kuliner, pusat perbelanjaan/ mall dengan fasilitas lengkap seperti kolam renang, fitness center, ATM, minimarket, foodcourt.

Culture & history

Culture & historyAsal-usul Surabaya Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti tersebut terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa di tepi sungai Brantas dan juga sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang daerah aliran sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasastra Kakawin Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapañca yang bercerita tentang perjalanan pesiar Raja Hayam Wuruk pada tahun 1365 M dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir). Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) dan 1365 M (Nagarakretagama), para ahli menduga bahwa wilayah Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut pendapat budayawan Surabaya berkebangsaan Jerman Von Faber, wilayah Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat permukiman baru bagi para prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan di tahun 1270 M. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa Surabaya dahulu merupakan sebuah daerah yang bernama Ujung Galuh. Versi lain mengatakan bahwa Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup dan mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon setelah mengalahkan pasukan Kekaisaran Mongol utusan Kubilai Khan atau yang dikenal dengan pasukan Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah keraton di daerah Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono semakin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Kerajaan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono, maka diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu sura. Adu kesaktian dilakukan di pinggir Kali Mas, di wilayah Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal setelah kehilangan tenaga. Nama Śūrabhaya sendiri dikukuhkan sebagai nama resmi pada abad ke-14 oleh penguasa Ujung Galuh, Arya Lêmbu Sora.
Read more