Availability

  • Studio

    + more info
    Max:

    Room facilities:AC, Kamar mandi, Kitchen, Plasma screen TV, Satellite/ Cable TV, Telephone

    Bed size:Double bed

General

Akomodasi ini menampilkan dekorasi modern yang elegan dan memiliki jendela yang dapat melihat indahnya pemandangan kota serta menciptakan nuansa yang nyaman. Unit di Apartemen Purimas menawarkan LED layar datar dan balkon pribadi yang menghadap kota.

Apartemen Purimas juga dilengkapi dengan fasilitas kolam renang serta memiliki pusat kuliner. Pusat kuliner apartment ini buka sepanjang hari dan menyajikan beragam hidangan Lokal, Cina, dan Barat.

Apartemen Purimas Rungkut Surabaya berjarak 10 menit berkendara dari City of Tomorrow Shopping Mall dan 30 menit berkendara dari Pusat Perbelanjaan Surabaya Town Square. Bandara Internasional Juanda terletak sejauh 20 menit berkendara.

Pets

Not Allowed

Accepted credit cards

No Credit Card

Facilities

  • AC
  • Balcony
  • Basement carpark
  • Bed cover
  • Coffee Shop
  • Dispenser
  • Foodcourt
  • Kulkas
  • LED TV
  • Lift
  • Microwave
  • Minimarket
  • Mirror
  • Pakir
  • Refrigerator
  • Restaurant
  • Shop
  • Shower
  • Sofa bed
  • Swimming pool
  • Towel

Activities

- Swimming Pool - Waterpark - Foodcourt

Parking

Tersedia parkir di depan & basement

We are sorry, there are no reviews yet for this accommodation.

Surabaya

Surabaya

ApartemenBersama.com Partner Anda untuk jual beli & sewa Apartemen harian, mingguan, bulanan & tahunan di Surabaya, Sidoarjo. Lokasi strategis di Surabaya Barat, Surabaya Pusat, Surabaya Timur, Surabaya Selatan, dekat bandara Juanda, kampus, stasiun, pusat kuliner, pusat perbelanjaan/ mall dengan fasilitas lengkap seperti kolam renang, fitness center, ATM, minimarket, foodcourt.

Culture & history

Culture & historyAsal-usul Surabaya Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti tersebut terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa di tepi sungai Brantas dan juga sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang daerah aliran sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasastra Kakawin Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapañca yang bercerita tentang perjalanan pesiar Raja Hayam Wuruk pada tahun 1365 M dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir). Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) dan 1365 M (Nagarakretagama), para ahli menduga bahwa wilayah Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut pendapat budayawan Surabaya berkebangsaan Jerman Von Faber, wilayah Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat permukiman baru bagi para prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan di tahun 1270 M. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa Surabaya dahulu merupakan sebuah daerah yang bernama Ujung Galuh. Versi lain mengatakan bahwa Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup dan mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon setelah mengalahkan pasukan Kekaisaran Mongol utusan Kubilai Khan atau yang dikenal dengan pasukan Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah keraton di daerah Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono semakin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Kerajaan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono, maka diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu sura. Adu kesaktian dilakukan di pinggir Kali Mas, di wilayah Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal setelah kehilangan tenaga. Nama Śūrabhaya sendiri dikukuhkan sebagai nama resmi pada abad ke-14 oleh penguasa Ujung Galuh, Arya Lêmbu Sora.
Read more