Availability

DEPOSIT IDR 300.000 (Cash saat Check in)
  • 2 Bedrooms

    + more info
    Max:

    Room facilities:AC, City View, Desk, Dining table, Dispenser, Hot or Cool water, Kitchen set, Kulkas, LED TV, Shower, Sofa bed, Water heater

    Bed size:Queen + Single Bed

    Room size:36 m2

General

Apartemen Puncak Kertajaya memiliki lokasi yang strategis di kawasan Surabaya Timur, tepatnya di Jl. Raya Kertajaya Indah Regency, Surabaya. Berjarak 5-10 menit dari pusat-pusat kegiatan di kawasan Surabaya Timur seperti :

  • Dekat Kampus ITS, UNAIR C, HANGTUAH, dll
  • Dekat Sekolah VITA, PETRA, GLORIA, dll
  • Dekat Rumah Sakit Putri,Onkologi, dll
  • Dekat Shopping Mall, Galaxy Mall, Giant, Carefour, dll
  • Dikelilingi oleh perumahan kelas atas seperti Kertajaya Indah Regency dan Araya
  • Selangkah dari pusat Perkantoran dan Bank

 

Check-in time

14.00

Check-out time

12.00

Cancellation / Prepayment

NO CANCEL / NO REFUND

Pets

Not Allowed

Facilities

  • ATM
  • Basement carpark
  • Children's Playground
  • Drugstore
  • Fitness center
  • Foodcourt
  • Jogging track
  • Lift
  • Minimarket
  • Pakir
  • Swimming pool

We are sorry, there are no reviews yet for this accommodation.

Surabaya

Surabaya

ApartemenBersama.com Partner Anda untuk jual beli & sewa Apartemen harian, mingguan, bulanan & tahunan di Surabaya, Sidoarjo. Lokasi strategis di Surabaya Barat, Surabaya Pusat, Surabaya Timur, Surabaya Selatan, dekat bandara Juanda, kampus, stasiun, pusat kuliner, pusat perbelanjaan/ mall dengan fasilitas lengkap seperti kolam renang, fitness center, ATM, minimarket, foodcourt.

Culture & history

Culture & historyAsal-usul Surabaya Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti tersebut terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa di tepi sungai Brantas dan juga sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang daerah aliran sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasastra Kakawin Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapañca yang bercerita tentang perjalanan pesiar Raja Hayam Wuruk pada tahun 1365 M dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir). Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) dan 1365 M (Nagarakretagama), para ahli menduga bahwa wilayah Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut pendapat budayawan Surabaya berkebangsaan Jerman Von Faber, wilayah Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat permukiman baru bagi para prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan di tahun 1270 M. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa Surabaya dahulu merupakan sebuah daerah yang bernama Ujung Galuh. Versi lain mengatakan bahwa Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup dan mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon setelah mengalahkan pasukan Kekaisaran Mongol utusan Kubilai Khan atau yang dikenal dengan pasukan Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah keraton di daerah Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono semakin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Kerajaan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono, maka diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu sura. Adu kesaktian dilakukan di pinggir Kali Mas, di wilayah Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal setelah kehilangan tenaga. Nama Śūrabhaya sendiri dikukuhkan sebagai nama resmi pada abad ke-14 oleh penguasa Ujung Galuh, Arya Lêmbu Sora.
Read more