Availability

  • One Bedroom Superior Apartment

    + more info
    Max:

    Room facilities:AC, Air mineral, Balcony, Bathroom amenities, Coffe/tea maker, Desk, Double Bed, Hot or Cool water, Kamar mandi, king size, Kitchen, Laundry & dry cleaning services, LED TV, Non Smoking room, Satellite/ Cable TV, Shower, Sofa bed, Table Lamp, Towel, Wardrobe, Wireless Internet connectivity (WiFi)

    Bed size:1 Double Bed

    Room size:30 sqm

  • Suite Apartment

    + more info
    Max:

    Room facilities:AC, Air mineral, Balcony, Bathroom amenities, Coffe/tea maker, Desk, king size, Kitchen, Kulkas, Laundry & dry cleaning services, Layanan Kamar, LED TV, Microwave, Non Smoking room, Satellite/ Cable TV, Shower, Sofa bed, Table Lamp, Towel, Wireless Internet connectivity (WiFi)

    Bed size:1 king size

    Room size:54 sqm

  • Superior Apartment

    + more info
    Max:

    Room facilities:AC, Air mineral, Balcony, Bathroom amenities, Coffe/tea maker, Desk, Kamar mandi, king size, Kitchen, Laundry & dry cleaning services, LED TV, Microwave, Mirror, Non Smoking room, Rice cooker, Room Service, Satellite/ Cable TV, Shower, Sofa bed, Table Lamp, Towel, Wireless Internet connectivity (WiFi)

    Bed size:1 king and 1 single bed

    Room size:63 sqm

  • Deluxe Apartment

    + more info
    Max:

    Room facilities:AC, Air mineral, Balcony, Bathroom amenities, Bathtub, Coffe/tea maker, Desk, Kamar mandi, king size, Kitchen, Laundry & dry cleaning services, Layanan Kamar, LED TV, Microwave, mini bar, Mirror, Non Smoking room, Rice cooker, Satellite/ Cable TV, Shower, Sofa bed, Table Lamp, Towel, Wardrobe, Wireless Internet connectivity (WiFi)

    Bed size:1 king bed and 2 single beds

    Room size:84 sqm

  • 2 Bedroom Family

    + more info
    Max:

    Room facilities:AC, Air mineral, Balcony, Bathroom amenities, Bathtub, Coffe/tea maker, Desk, Kamar mandi, king size, Kitchen, Layanan Kamar, LED TV, Microwave, Mirror, Non Smoking room, Rice cooker, Satellite/ Cable TV, Shower, Sofa bed, Table Lamp, Towel, Wardrobe, Wireless Internet connectivity (WiFi)

    Bed size:1 king bed and 2 single beds

    Room size:60 sqm

General

Nikmatilah kenyamanan di AP Suite Apartment yang hanya berselang 5 menit jalan kaki dari pasir putih di Pantai Kuta. Akomodasi ini dikelilingi oleh hiburan malam yang penuh warna di Legian, serta memiliki sebuah kolam renang atap dan Wi-Fi gratis. AP Suite Apartment dapat dicapai dalam waktu 35 menit berkendara dari Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali. Resor ini menyediakan parkir gratis dan layanan antar-jemput bandara. Unit-unit suite di AP berukuran luas dan mencakup balkon pribadi yang menampilkan pemandangan tanaman hijau. Semua unit memiliki perabotan kayu ringan modern dan fasilitas dapur yang lengkap. Setiap kamar juga menawarkan TV layar datar dan brankas. Anda dapat bersantai dengan terapi pijat yang memanjakan atau menikmati pemandangan Kuta yang indah sambil bersantai di tepi kolam renang outdoor. Untuk menambah kenyamanan, AP Suite Apartment juga menyediakan layanan wisata dan layanan binatu. Mulailah hari Anda dengan sarapan di restoran yang terletak di lantai dasar. Untuk pengalaman yang lebih intim, restoran di puncak gedung menawarkan pilihan santapan mewah dengan hidangan Prancis dan Italia.

Check-in time

14.00

Check-out time

12.00

Cancellation / Prepayment

- Pembatalan dapat dilakukan maksimal 3 hari sebelum hari pemesanan - Pembatalan tergantung dari masing-masing kamar

Children and extra beds

- Semua anak-anak diperbolehkan menginap

Pets

Not Allowed

Facilities

  • 24 Jam Front Desk
  • AC
  • Antar jemput bandara
  • Balcony
  • Coffee Shop
  • Concierge
  • In-room electronic safe
  • Laundry & dry cleaning services
  • Multilingual Staff
  • Non Smoking room
  • Pakir
  • Restaurant
  • Swimming pool
  • Taman
  • Wireless Internet connectivity (WiFi)

Activities

| Kolam renang | Taman | Restaurant |

Internet

Wifi Access

Parking

Tersedia Parkir

We are sorry, there are no reviews yet for this accommodation.

Bali

Bali

Bali adalah primadona pariwisata Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Selain terkenal dengan keindahan alamnya, terutama pantainya, Bali juga terkenal dengan kesenian dan budayanya yang unik dan menarik. Bali sebagai tempat tujuan wisata yang lengkap dan terpadu memiliki banyak sekali tempat wisata menarik, apa saja tempat wisata di Bali yang wajib dikunjungi. beberapa tempat itu antara lain : Pantai Kuta, Pura Tanah Lot, Pantai Padang – Padang, Danau Beratan Bedugul, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pantai Lovina dengan Lumba Lumbanya, Pura Besakih, Uluwatu, Ubud, Munduk, Kintamani, Amed, Tulamben, Pulau Menjangan dan masih banyak yang lainnya.

Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia. Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya ajaran Hindu dan tulisan Bahasa Sanskerta dari India pada 100 SM.

Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, di antaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (1293–1500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.

Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597, meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekokoh posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain. Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya perang sampai titk darah penghabisan atau perang puputan yang melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita termasuk rajanya. Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah.

Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali ‘pejuang kemerdekaan’. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.

Pada 20 November 1945, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.

Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta. Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah propinsi dari Republik Indonesia.

Letusan Gunung Agung yang terjadi pada tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian pada masa awal Orde Baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.

Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.

Budaya

  • Musik

Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelandan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam teknik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya gamelan jegog, gamelan gong gede, gamelan gambang, gamelan selunding dan gamelan Semar Pegulingan. Ada pula musik Angklung dimainkan untuk upacara ngaben serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.
Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling memengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisionalmasyarakat Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.
• Gamelan
• Jegog
• Genggong
• Silat Bali

  • Tari

Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok, yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung dan balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.
Pakar seni tari Bali I Made Bandem pada awal tahun 1980-an pernah menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris Gede, bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan dan Wayang Wong, sedangkan balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja,Prembon dan Joged serta berbagai koreografi tari modern lainnya.
Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak dan Tari Pendet. Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis JermanWalter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sang Hyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.

Tarian wali
• Sang Hyang Dedari
• Sang Hyang Jaran
• Tari Rejang
• Tari Baris
Tarian bebali
• Tari Topeng
• Gambuh
Tarian balih-balihan
• Tari Legong
• Arja
• Joged Bumbung
• Drama Gong
• Barong
• Tari Pendet
• Tari Kecak
• Calon Arang
• Tari Janger

  • Pakaian daerah

Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.

Pria

Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:
• Udeng (ikat kepala)
• Kain kampuh
• Umpal (selendang pengikat)
• Kain wastra (kemben)
• Sabuk
• Keris
• Beragam ornamen perhiasan
Sering pula dikenakan baju kemeja, jas dan alas kaki sebagai pelengkap.

Wanita

Para penari cilik mengenakan gelung, songket dan kain prada.

Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:
• Gelung (sanggul)
• Sesenteng (kemben songket)
• Kain wastra
• Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada
• Selendang songket bahu ke bawah
• Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam
• Beragam ornamen perhiasan

Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap.


Read more